Pengaruh Teripang Emas (Stichopus Hermanii) pada Remodeling Ekspansi Sutura Maksila Terhadap Lebar Palatal Menggunakan Analisis Sefalometri

Anydya Putri, Noengki Prameswari, Budi Handayani

Abstract


Latar belakang: Alat ekspansi maksila menimbulkan tekanan mekanik untuk membuka sutura maksila sehingga terjadi proses inflamasi pada daerah tekanan dan remodeling tulang pada area tersebut. Teripang emas diketahui mengandung flavonoid, kondroitin sulfat, omega 3 (EPA dan DHA) dan dermatan sulfat yang berfungsi untuk menghambat inflamasi, meningkatkan metabolisme dan mineralisasi tulang, serta berperan dalam proses remodeling tulang. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teripang emas pada remodeling ekspansi sutura maksila terhadap lebar palatal menggunakan analisis sefalometri. Bahan dan Metode: Unit eksperimental yang digunakan adalah 24 ekor Cavia cobaya jantan yang terbagi dalam 4 kelompok (n=6). Kelompok K(-) merupakan kelompok kontrol negatif. Helical spring diaplikasikan pada 3 kelompok yang lain selama 10 hari. Kelompok K(+) diberi gel NaCMC 2%, kelompok P1 dan P2 diberi gel teripang emas 3%. Pada kelompok P2 diberlakukan periode retensi selama 10 hari setelah periode aktivasi. Hewan coba kemudian didekaputasi dan dilihat perubahan lebar palatal yang terjadi menggunakan analisis sefalometri lalu data yang diperoleh dianalisis dengan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kelompok perlakuan p=0,000 (p<0,05). Uji LSD menunjukkan  perbedaan signifikan antar kelompok K(-) dan K(+) (Sig. 0,000), K(-) dan P1 (Sig. 0,000), serta K(-) dan P2 (Sig. 0,000), K(+) dan P2 (Sig. 0,020), P1 dan P2 (Sig. 0,036).  Simpulan: Gel teripang emas 3% berpengaruh pada remodeling ekspansi sutura maksila terhadap lebar palatal menggunakan analisis sefalometri dan kombinasi teripang emas 3% dengan periode retensi 10 hari menghasilkan lebar palatal terbesar

Keywords


Stichopus hermanii, remodeling tulang, ekspansi sutura maksila, lebar palatal, analisis sefalometri

Full Text:

Untitled

References


Mauna Safra, et al. 2009.Angulasi Gigi Pasca Perawatan Ortodonti dengan Pencabutan dan Tanpa Pencabutan (Kajian Foto Rontgen Panoramik di klinik Ortodonti FKG UI). Indonesian Journal of Dentistry 2009, 16(1): 52-46.

Bahirrah Siti. 2004.Pergerakan Gigi dalam Bidang Ortodonsia dengan Alat Cekat, Tesis. Universitas Sumatra Utara. H. 1.

Rahardjo, P. 2012. Ortodonti Dasar. Edisi dua. Surabaya: Airlangga University Press. H. 83, 13-12.

Dika DD, Hamid T, dan Sylvia M. 2011. Penggunaan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN) sebagai hasil Perawatan dengan Piranti Lepasan. H. 48-45.

Sulandjari Heryumani. 2008. Buku Ajar Ortodonsia I KGO I.Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Indonesia. Edisi 1. H. 51-40, 39-7.

Zenab, Y. 2010. Perawatan Maloklusi Kelas I Angle Tipe 2. Skripsi. Universitas Padjajaran. Bandung. H: 18-16.

Graber, et al. 2005.Orthodontics: Current Principles Techniques.St. Louis.Elsevier Inc. p: 146-152.

Walianto Surwandi. 2012.Asimetri Dental dan Wajah.Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahassaraswati Denpasar Jurnal, 5(2): 6.

Ardhana Wayan. 2011.Biomekanika Ortodontik.Buku Ajar Ortodonti. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Ed.2. H. 4-3.

Abbassy Aly Mona, et al. 2013. Pengaruh Tipe 1 Diabetes Melitus di Kompleks Dento-Craniofasial. Available from http://www.intechopen.com/books/type-1-diabetes/the-effect-of-type-1-diabetes-melitus-on-the-dento-craniofacial-complex#SEC7. H. 10-8.

Noviyana Muji. 2011. Asupan Zat Gizi, Aktivitas Fisik dan Kepadatan Tulang Penari. Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia. H. 7-4.

Bordbar Sara, et al,. 2011. High-Value Components and Bioactives from Sea Cucumbers for Functional Foods. Marine Drugs Journal, 9: 1805-1761.

Rahardjo Celia. 2014. Pengaruh Gel Teripang Emas terhadap Jumlah Fibroblas di Daerah Tarikan pada Relaps Gigi setelah Perawatan Ortodonti. Skripsi. Universitas Hang Tuah Surabaya. H. 15-14.

Farouk Abd El-Aziem, et al,. 2007. New Bacterial Species Isolated from Malaysian Sea Cucumbers with Optimized Secreted Antibacterial Activity. American Journal of Biochemistry and Biotechnology, 3(2): 65-60.

Masre SF, Yip GW, Sirajudeen KNS, and Ghazali FC. 2010. Wound Healing Activity of Total Sulfated Glycosaminoglycan (GAG) from Stichopus vastus and Stichopus hermanni Integumental Tissue in Rats. International Journal of Molecular Medicine and Advance Sciences; 6(4): 53-49.

Tsourdi Elena, et al,. 2014. Glikosaminoglikan dan Turunannya Sulfat dalam Mengatur Kelangsungan Hidup dan Ekspresi Gen Seperti Sel Osteosit. Jurnal Bioaktif dan Kompatibel Polimer, 29 (5): 474-48.

Alawiyah T dan Sianita PP. 2012. Retensi dalam Perawatan Ortodonti. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi FKG UPDM; 9(2): 35-29.

Kaya FA, Arslan SG, Kaya CA, Arslan H, and Hamamci O. 2011. The Gingival Crevicular Fluid Levels of IL-1β,IL-6, and TNF-α in Late Adult Rats. Int Dent Res; 1: 12-7.

Zohdi RM, Zakaria ZA, Yusof N, Mustapha NM, and Abdullah MN. 2011. Sea Cucumber (Stichopus hermanni) based Hydrogel to Treat Burn Wound in Rats. J Biomed Mater Res B Apl Biomater; 98(1): 37-30.

Clarke, B. 2008. Normal Bone Anatomy and Physiology. Clinical Journal of the American Society of Nephrology; 3(3): 139-131.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/denta.v9i1.66

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Denta Jurnal Kedokteran Gigi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


View My Stats



 Denta is indexed on:

                                                                          

                                                                             Sertifikat-Akreditasi-Denta-Jurnal-Kedokteran-Gigi-page-0001

 

 

                                                                                              

                                                                        Faculty of Dentistry, Universitas Hang Tuah

                                                    Denta Jurnal Kedokteran Gigi (p-ISSN:1907-5987; e-ISSN:2615-1790)

                           This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.