Daya Hambat Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) terhadap Bakteri Enterococcus faecalis

Roy Tamara, Linda Rochyani, Paulus Budi Teguh

Abstract


Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi saluran akar. Perawatan saluran akar terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya yaitu sterilisasi saluran akar. ChKM merupakan obat yang sering digunakan pada tahapan ini. Ekstrak Stichopus hermanii diketahui memiliki efek antibakteri terhadap bakteri gram negatif dan gram positif, sehingga berpotensial dikembangkan sebagai obat sterilisasi saluran akar.

Tujuan: Untuk mengetahui kemampuan ekstrak Stichopus hermanii dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Bahan dan Metode : Penelitian eksperimental dengan desain penelitian the post test only control group, serta diuji menggunakan metode difusi dengan 4 konsentrasi, yaitu 2,5%, 3%, 3,5%, 4%, dan 2 kontrol yaitu kontrol negatif menggunakan DMSO 1% serta kontrol positif menggunakan ChKM, dimana tiap kelompok terdiri dari 7 sampel. Daya hambat  diperiksa dengan mengukur diameter zona jernih disekitar kertas saring. Analisis data menggunakan uji one way ANOVA diikuti dengan uji LSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat pada konsentrasi 2,5% (7,3543 mm), 3% (8,1086 mm), 3,5% (8,7286 mm), 4% (9,4029 mm), untuk kontrol negatif DMSO 1% (6,0257 mm) dan kontrol positif ChKM (25,49 mm). Ini menunjukkan bahwa ekstrak Stichopus hermanii dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis (p<0,05). Diameter terbesar dari zona jernih di sekitar kertas saring terdapat pada konsentrasi 4%. Simpulan : Ekstrak Stichopus hermanii dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan konsentrasi hambat yang paling efektif adalah 4%.

 


Keywords


perawatan endodontik, antibakteri, Stichopus hermanii, Enterococcus faecalis

Full Text:

PDF

References


Anitasari S dan Rahayu N.E. 2005. Hubungan Frekuensi Menyikat Gigi dengan Tingkat Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Palaran Kotamadya Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Maj, Kedokteran Gigi (Den. J.), 38 (2): 90-88.

Depkes RI. 2012. Pedoman Paket Dasar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Available from: http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/handle/123456789/1777. Diakses 14 Mei 2013.

Yanti N. 2004. Biokompatibilitas Larutan Irigasi Saluran Akar. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Medan. H. 7-1.

Bergenholtz G, et,al. 2003. Textbook of Endodontology. 2nd ed. United Kingdom: Blackwell Publisihing.

Mulyawati E. 2011. Peran Bahan Disinfeksi pada Perawatan Saluran Akar. Majalah Kedokteran Gigi, 18(2): 209-205.

Wardhana DV, dkk. 2008. Daya Antibakteri Kombinasi Metronidazol, Siprofloksasin, dan Minosiklin Terhadap Enterococcus faecalis. Jurnal Ilmu Konservasi Gigi, Vol 1 (1). Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Surabaya.

Souza et al. 2005. Endodontic Therapy Associated with Calcium Hydroxide as an Intracanal Dressing: Microbiologic Evaluation by the Checkerboard DNA-DNA Hybridization Technique. Journal of Endodontic, 3(2): 83-79.

Squiera JF and Rocas IN. 2008. Endodontic Microbiology in : Endodontic Principles and Practice 4th ed. Michigan: Saunders. P. 46-38.

Bodrumlu E and Semiz M. 2006. Antibacterial Activity of a New Endodontic Sealer Against Enterococcus faecalis. J Can Dent Assoc, 72(7): 637 a-c.

Stuart CH, et al. 2006. Enterococcus faecalis: Its Role in Root Canal Treatment Failure and Current Concepts in Retreatment. Journal of Endodontics, Vol 32(2). The University of Texas Health Science Center. Texas: San Antonio.

Rocas IN, et al. 2004. Association of Enterococcus faecalis with different forms of periradicular diseases. The American Association of Endodontics, 30(5): 5-1.

Sedgley CM, et al. 2005. Virulence, Phenotype and Genotype Characteristics of Endodontic Enterococcus spp. Oral Microbiology Immunologi, 20: 10-9.

Kayaoglu G and Orstavik D. 2004. Virulence Factors of Enterococcus faecalis: Relationship of Endodontic Disease. Crit Rev Oral Biol Med, Vol 15(5): 308-20.

Beatrice dan Lusiana. 2010. Daya Antibakteri Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa.Scheff (Boerl)) terhadap Enterococcus faecalis Sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar Secara In Vitro. Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Medan. H. 3-1.

Cogulu D, et al. 2007. Detection of Enterococcus faecalis in Necrotic Teeth Root Canals by Culture and Polymerase Chain Reaction Methods. European Journal of Dentistry.

Walton dan Torabinejad. 2008. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodontia. Edisi 3. Jakarta: EGC.

Grossman, et al. 2010. Endodontics Practice. 12th ed. New Delhi: Wolters Kluwer Health.

Devine DA and Marsh PD. 2009. Prospects for The Development of Prosbiotics and Prebiotics For Oral Applications. Journal of Oral Microbiol, 1: 10.3402/jom.v1i0.1949.

Purwati. dkk. 2008. Katalog Timun Laut Anggota Ordo Aspidochirotida (Echinodermata, Holothuroidea). Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI. Jakarta.

Farouk AE, et al. 2007. New Bacterial Species Isolated from Malaysian Sea Cucumber with Optimized Secreted Antibacterial Activity. American Journal of Biochemistry and Biotechnology, 3(20): 65-60.

Brilliantin A. 2011. Daya Hambat Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) terhadap Streptococcus mutans. Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah. Surabaya.

Muttaqien W. 2011. Daya Hambat Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) terhadap Mixed periodontopathogen. Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Wawolumaya JT. 2012. Potensi Antibakteri pada Beberapa Jenis Teripang (Stichopus spp.) yang Berasal dari Perairan Lampung Selatan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.

Revianti S dan Parisihni K. 2012. Kajian Bioaktivitas Antijamur Ekstrak Teripang pada Kandidiasis Oral. Penelitian Hibah Fundamental.

Harjanti RS. 2008. Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.) dan Pemakaiannya sebagai Indikator Analisis Volumetri. Jurnal Rekayasa Proses, 2(2): 49-54

Kumala S dan Indriani D. 2008. Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Eugenia aromatic L). Jurnal Farmasi Indonesia, 4(2): 87-82.

Dahlan S. 2012. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. H. 87

Patel, dkk. 2009. Evaluation of some medicinal plants used in traditional wound healing preparations for antibacterial property against some pathogenic bacteria. Journal of Clinical Immunology and Immunopathology Research, 1 (1): 012-007.

Laila AN. 2012. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Infusa Daun Sirih (Piper betle Linn.) terhadap Total Bakteri dan Sifat Organoleptik pada Ikan Bawal (Formio niger). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah. Semarang.

Rizal MB. 2012. Komposisi Senyawa Organik dan Anorganik Ekstrak Teripang Pasir dan Teripang Emas yang Biokompatibel terhadap Jaringan Pulpa. Skripsi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah. Surabaya.

Bachtiar SY, dkk. 2012. Pengaruh Ekstrak Alga Cokelat (Sargassum sp.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Journal of Marine and Coastal Science, 1(1): 60-53.

Sembiring BB. 2009. Pengaruh Konsentrasi Bahan Pengisi dan Cara Pengeringan terhadap Mutu Ekstrak Kering Sambiloto. Bul. Littro, 20(2): 181-173.

Mamahit L. 2009. Satu Senyawa Steroid dari Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) Asal Sulawesi Utara. Ejurnal Universitas Sam Ratulangi, Vol 2(1): 38-33.

Budi FS, dkk. 2011. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Asam Kalimbawan (Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F) terhadap DPPH. Available from http://beliebet.wordpress.com/2011/07/12/uji-aktivitas-antioksidan-ekstrak-buah-asam-kalimbawan-sarcotheca-diversifolia-miq-hallier-f-terhadap-dpph/. Diakses 12 November 2013.

Murhadi, 2007. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanta) dan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, p 7-24

Saleh MR. 2013. Perbandingan Kadar Glikosaminoglikan dan Triterpene Glycoside pada Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) dengan Pelarut Etanol (Polar) dan Heksana (Non polar). Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Bordbar S. 2011. High-Value Components and Bioactives from Sea Cucumbers for Functional Foods – A Review. Marine Drugs. P. 1805-1761.

Marnoto T. 2012. Ekstraksi Tannin sebagai Bahan Pewarna Alami dari Tanaman Putrimalu (Mimosa pudica) Menggunakan Pelarut Organik. Reaktor, 14(1). P. 45-39.

Acumedia. 2011. Brain-Heart Infusion Agar (7115). PI 7115 Rev 4.

Osswald R. 2005. The Problem of Endodontitis and Managing It Through Conservative Dentistry. P. 144-134.

Rinawati DW. 2011. Daya Hambat Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujute L.) terhadap Bakteri Vibrio alginolycticus. Skripsi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Jawa Timur.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/denta.v9i1.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Denta Jurnal Kedokteran Gigi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


View My Stats



 Denta is indexed on:

                                                                          

                                                                             Sertifikat-Akreditasi-Denta-Jurnal-Kedokteran-Gigi-page-0001

 

 

                                                                                              

                                                                        Faculty of Dentistry, Universitas Hang Tuah

                                                    Denta Jurnal Kedokteran Gigi (p-ISSN:1907-5987; e-ISSN:2615-1790)

                           This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.